Peristiwa bentrokan antara aparat TNI dengan Polri di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan membuat Partai Demokrat merasa prihatin. Partai Penguasa itupun mendesak TNI dan Polri segera mengambil tindakan untuk menghentikan bentrok, sekaligus memperjelas situasi terkait bentrokan itu.
"Kami prihatin sekali. Aparat alih-alih mengawal negara kok malah bentrok dan mempertontonkan kekerasan," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR, Ramadhan Pohan, di Jakarta, Kamis (7/3).
"Kami prihatin sekali. Tak seharusnya ini terjadi. Ini harus jadi yang terakhir. Mustinya ada jaminan kepastian itu dari Polri dan TNI."
Fraksi Partai Demokrat itu,melanjutkan bahwa pihaknya menemukan banyak kejanggalan dari bentrokan tersebut. Pertama, ujarnya, adalah apa alasan aparat Polri sehingga aparat TNI yang melanggar lalu lintas malah dihukum dengan tembak mati beberapa bulan lalu. Seharusnya ada standar prosedur operasi yang jelas menghindari bentrokan dari terjadinya kasus pelanggaran lalu lintas hingga penyerangan oleh TNI terjadi.
"Lalu kenapa masing-masing aparat dan komandan satuan masing-masing tak bisa mengatasi gesekan dan mengendalikan keadaan? Apakah terjadi pembiaran? Kalau mereka sendiri bentrok, apa harus masyarakat yang mengendalikan dan memediasi? Ini Absurd," ucapnya.
Pohan pun mendesak adanya investigasi menyeluruh dimana Pangdam dan Kapolda setempat harus cepat mengendalikan situasi kondisi.
"Jangan anggap enteng situasi dan kondisi ini, harus bisa mencegah eskalasi konflik lebih jauh," tandasnya.
Demokrat memang selalu prihatin.
(msm)





Beningpost | Oleh Anam B. Januarianto Posted: 07/03/2013 14:14:15 WIB