www.tribunnews.com

Anas Urbaningrum dianggap tidak memiliki data akurat untuk mengungkap skandal Bank Century. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut dinilai hanya mengetahui kulitnya saja terkait kasus bailout Rp. 6,7 triliun.

Peneliti senior pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengatakan posisi Anas sebagai mantan Ketua Fraksi Demokrat dan mantan anggota Pansus Hak Angket Century DPR RI tidak menjamin ia memiliki data yang kuat terkati kasus Bank Century.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kalau pun ada, data atau pun informasi itu tidak akan cukup untuk dijadikan bukti sebagai dua alat bukti permulaan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Anas cuma tahu level kulit-kulitnya saja. Tidak bisa jadi bukti bagi KPK," kata Syamsuddin usai menjadi narasumber dalam sebuah forum diskusi di Jakarta, Rabu (6/03).

Keberanian Anas untuk mengungkap skandal yang merugikan uang negara triliunan rupiah itu. Sebab kata Samsuddin, jika kasus itu diungkap lagi tentu akan menyeret kelompok atau partai politik lain. "Sementara, partai politik sekarang cenderung saling melindungi," lanjutnya.

Dikatakan Syamsuddin, apabila Anas berani membeberkan informasi atau data baru terkait kasus Bank Century, ia akan disalahkan banya pihak. Publik akan memojokan Anas, karena data tersebut tidak dibeberkannya sejak dahulu saat menjadi Anggota Dewan dan Ketua Umum Partai Demokrat. Bukan saat ini, ketika Anas sudah tersudut karena terbelit masalah hukum dan politik.

"Dia akan disalahkan secara publik. Dia punya data, tapi selama ini diam saja," ujar peneliti LIPI itu.

Jadi menurut Syamsuddin, kasus bailout Bank Century akan berjalalan di tempat, artinya tidak akan ada kemajuan seperti yang diharapkan publik. "Intinya kasus ini status quo. Langkah KPK segitu-gitu aja," ucapnya.

 

 

(msm)