www.lifeofandroid.com

Google Chrome merupakan peramban yang paling banyak digunakan di lingkungan Android. Sampai dengan versi terbaru, yaitu 25.0, peramban Chrome terasa lebih cepat daripada versi sebelumnya, dan juga memiliki beberapa fasilitas sinkronisasi yang lebih mapan. 

Dengan kemampuannya saat ini, tim pengembang Google Chrome untuk Android masih tetap berusaha untuk dapat menyediakan kecepatan akses terhadap laman web di internet.
Seperti yang ditulis pada AndroiPIT, seorang pengembang dari Perancis bernama François Beaufort telah menemukan sebuah bagian dari sumber kode program Google Chrome versi berikutnya yang menyediakan fungsi menyerupai dengan Opera Mini. Adapun fungsi yang diberikan adalah sebuah metode pengaksesan laman web melalui proxy server milik Google.
Dengan adanya fungsi ini, pemakai Google Chrome Android akan mendapat pilihan baru apakah akan menggunakan proxy Google atau tidak.
 
Mekanisme pengakses laman web melalui proxy, telah diterapkan oleh Opera pada produk Opera Mini sejak tahun 2006 dan juga Amazon Silk pada perangkat Amazon Kindle. Sepertinya cara ini bagaikan sebuah obat diet yang sangat mujarab untuk dapat membantu mempercepat pengaksesan laman web di Internet, sekaligus dapat menghemat pemakaian kuota akses internet. Geek.com melaporkan bahwa untuk menyediakan fungsi tersebut, Google Chrome Android akan menerapkan protokol SPDY (SPeeDY) versi 3, yang diklaim dapat mengurangi waktu pengaksesan laman web sampai 64%.
 
Jika pada Opera Mini menggunakan layanan proxy milik Opera, maka Google Chrome Android akan menggunakan layanan proxy milik dari Google sendiri. Cara kerja dari sistem proxy ini adalah ketika seorang pemakai hendak mengakses laman web menggunakan Google Chrome Android, maka permintaan tersebut akan diterima terlebih dahulu oleh proxy Google. Layananproxy inilah yang akan melanjutkan permintaan tersebut ke alamat yang diminta. Setelah laman web diperoleh, layanan proxy akan memadatkan dan memformat sesuai dengan karakteristik layar sang pemakai. Dengan cara ini, diyakini akan meningkatkan kecepatan akses sampai tiga kali jika tidak menggunakan proxy dan pemadatan. Selain fungsi pemadatan laman web, layanan proxy Google juga akan memaksa pengaksesan menggunakan protokol SSL (Secure Socket Layer) yang menjamin keamanan dari laman web yang diakses pemakai.
 
Google belum mengumumkan rencana penambahan fungsi ini kepada khalayak umum. Namun demikian menurut The Next Web, para pengembang aplikasi Android 4.2 dapat mencoba fasilitas kompresi ini dengan mengaktifkan terlebih dahulu Developer Options pada perangkatnya. Kemudian mengaktifkan opsi USB Debugging di menu Settings > Developer Options. Dengan menggunakan kabel USB, hubungkan perangkat Android kamu ke komputer yang sudah terpasang Android SDK. Selanjutnya dari Terminal atau MS DOS Prompt, silahkan jalankan perintah berikut: adb shell ‘echo “chrome –enable-spdy-proxy-auth” > /data/local/tmp/content-shell-command-line’.
 
Kita tunggu saja fase pengembangan untuk fasilitas baru ini. Bagaimanapun juga penerapan kompresi untuk pengakses laman web pada perangkat mobile tentunya akan memberi banyak manfaat. Sementara itu, kebutuhan akan browser internet yang lebih ringan dan cepat telah mendorong Mozilla dan Opera untuk terus fokus dalam pengembangannya. Berita terbaru datang dari Opera yang telah mengeluarkan Opera Browser Beta untuk Android dengan perubahan pentingnya adalah mesin rendering telah menggunakan mesin WebKit, seperti yang digunakan pada Google Chrome.
 
 
 
(msm)
 
Infokomputer