ningrum93.blogspot.com
Bulan maulid Nabi belum berlalu. Kembali saya ingin menulis Rasulullah Muhammad. Tidak akan kering tinta dan inspirasi dari pribadi beliau. Indah dan mempesona. Siapapun dan apapun agamanya. Adalah Annimarie Schimmel, seorang mantan biarawati menulis “Dan Muhammad Utusan Allah”. Bagaimana ia menulis buku itu? Awalnya ia gusar, jauh dan sampai ia jadi pelayan Tuhan, apostolos Muhammad tidak masuk rekaman intelektualnya. Ia gusar dan haus tahu. Ia melakukan riset dan travelling ke negara-negara berpenduduk muslim. Mulai jazirah Arabia, Afrika, dan Asia Tenggara. Hal yang sangat mengesankan baginya adalah perayaan maulid. Di semua negara itu ia menyaksikan beragam pernak-pernik perayaan. Ribuan syair indah, berisi cinta dan rindu ia dengarkan dan catat. Ratusan ragam kuliner ditampilkan saat maulid. Schimmel terpesona mendalam. Saya baca buku terbitan Mizan Pustaka itu beberapa tahun berlalu.
Schimmel hanyalah salah satu dari sekian banyak non-muslim yang terpesona. Seperti tulisan saya sebelumnya, bukan orang awam, para orientalis yang jujur, jernih intelektual akan terpesona. Apanya? Kepribadian Muhammad yang indah dan multitalenta. Muhammad itu pejuang, pengusaha, negarawan, orator ulung, pembaharu, pelindung anak yatim-piatu, pelindung hamba sahaya, pembela hak wanita, hakim, pemuka agama, dan sudah jelas ia seorang pahlawan, ungkap K. S. Ramakrishna, seorang Hindu. Muhammad tokoh yang paling sukses dan pengaruhnya abadi, kata Michael Hart dalam “100 Tokoh yang Paling Berpengaruh di Dunia”. Kali ini saya ingin fokus pada pribadi beliau sebagai seorang pebisnis. Saya ingin memotret beliau kehebatan beliau dengan bahasa dunia bisnis, marketing, manajemen dan leadership.
Bagi saya, sebelum jadi apostolos, Muhammad seorang pebisnis yang sukses. Ia menjalankan investasi, dan ekspedisi bisnis dengan komoditas milik Khadijah, perempuan pebisnis, kaya raya di negeri Makkah. Sepulangnya dari Sam (Syiria) beliau mendapatkan profit atau laba yang besar. Riwayat aktivitas bisnis beliau, sesungguhnya menyimpan spirit dan nilai-nilai bisnis (business values) yang luar biasa. Kita bisa belajar etika atau moral bisnisnya, strategi pemasaran (marketing), penentuan harga (pricing), personal branding beliau. Kita bisa belajar kehebatan lobby dan negosiasi, wajah manis kepada pembeli (customer), layanan (services) beliau untuk kepuasan pengguna (user). Hal-hal yang sangat penting kita hidupkan, tumbuhkan dan jadikan paradigma para pebisnis. Apa tujuannya? Agar bisnis mereka terpandu dalam sinar moral, berbarakah dan membawa kebaikan, kemakmuran bagi sebanyak mungkin orang. Intinya, akan tumbuh subur pebisnis dan bisnis yang bermakna bagi kemanusiaan dan berkelanjutan.
Sejarah mencatat, saat dalam asuhan Halimah di dusun Arab, Muhammad kecil sampai remaja mulai mengenal proses pendidikan manajerial. Beliau mengembala domba dan unta kurus milik ibunda asuhnya. Bahkan, beliau pernah ngangon domba dan unta miliki saudagar Quraish dengan imbalan tertentu. Proses itu dilaluinya dengan tekun, telaten dan penuh kesabaran. Boleh kita katakan beliau jadi part timer employer. Hanya mendapat honor yang tidak banyak. Betapa kita tahu, berhadapan dengan hewan, makhluk yang tidak berakal bukan perkara mudah. Pasti susah, butuh ketahanan emosi dan kesabaran untuk menjaga, mengarahkan dan mengayomi. Itulah proses pendidikan manajemen dasar (basic management).
Pengalaman praktik magang pertama dilakukan oleh Muhammad saat beliau berusia 12 tahun. Abu Thalib, paman beliau menyertakannya travelling, belajar bekerja dan berbisnis ke Suriah. Kita namai itu praktik intership (magang). Watak atau karakter dasar Muhammad itu bersih, cerdas, cepat dan mudah paham dan belajar. Ibarat kain spon, ia menyerap pengalaman penting itu menjadi jiwa interpreneurship, kewirausahaan dalam hidupnya. Jiwa yang ulet, tekun dan tangguh untuk hidup dari hasil kerja, rejeki yang halal, anugerah harta yang berbarakah bagi hidup beliau. Praktik bisnis bersama pamannya itu menjadi modal dasar potensi dan insting bisnisnya.
Kabah dan Mekah itu pusat perlintasan dan daerah strategis. Disamping memang tujuan ibadah, haji kaum beriman, kota ini menjadi tujuan dan transit city, kota singgah yang ramai dan sibuk. Dan, Rasulullah Muhammad memulai usaha dan pengalaman bisnis awalnya di tanah kelahirannya. Begin to be entrepreneur. Beliau tidak menyia-nyiakan posisi strategis Mekah itu. Beliau jualan barang dan kebutuhan sederhana sampai yang berharga yang dibutuhkan masyarakat Quraish. Dalam bahasa sekarang, beliau melakukan dan menciptakan peluang dan melayani kebutuhan pelanggan (customer need). Sepanjang kajian dilakukan, beliau sudah melakukan apa yang disebut kreatifitas dalam peluang bisnis. Kalau di Prasetiya Mulya, mahasiswa saya dibiasakan membuat portofolio business creation (kreatifitas bisnis). Amanah, jujur, apa adanya, dan melayani dengan santun dan menjaga kepercayaan pelanggan. Itulah jiwa bisnis yang ditampilkannya. Julukan al-amin (the trusted man) saya yakin dimulai dari akhlak luhur sehari-hari beliau, dan khususnya dalam praktik dan moral dalam berbisnis di negeri itu. Jujur, menjaga kepercayaan, berkata apa adanya, santun, rendah hati, berjiwa bersih, dan bertekad kuat. Ini watak yang harus dimiliki bagi siapapun yang ingin sukses jadi pebisnis.
Potensi, bakat hebat berbisnis, dan moral luhur yang melekat pada Rasulullah Muhammad tercatat indah di mata masyarakat Quraish Makkah. Mereka sangat kenal kepribadian dan kecakapan pemuda itu. Mata pencarian masyarakat di Tanah Suci itu umumnya pedagang alias pebisnis. Ekonomi, uang, dan harta yang mereka miliki diperoleh dari perdagangan. Investasi difokuskan pada dunia dan bisnis import. Salah seorang investor terkaya di negeri itu adalah Sayyidah Khadijah. Dari informasi dan berita yang sampai, perempuan kaya ini mengetahui kecakapan dan personal branding Muhammad. Cakap, bicara dan kalimatnya indah dan santun, tidak cacat moral, dan insting dan etikanya tinggi dalam berbisnis. Sangat potensial dan berkompeten untuk menjadi investment manager alias pengelola modal kaum investor. Dan, Muhammad membuktikannya. Beliau dipercaya membawa barang dan komoditas, serta investasi Khadijah. Menurut berbagai sumber tepercaya, saat usia beliau 25 tahun, Muhammad menjadi manajer investasi dan modal besar perempuan agung yang kelak jadi never lasting love women. Istri tercinta dan abadi di hatinya. Investasi dan ekspedisi bisnis yang dilakukan Muhammad membentang ke pasar-pasar luar negeri. Suriah, Iraq, Yaman, Busara, Yordania dan kota-kota di jazirah Arab lainnya.
Sang Apostolos itu punya personal branding yang luar biasa hebat. Akhlak luhur, wajah berseri, kata dan kalimat yang indah, jujur, lugas, amanah, bersahaja, perhatian (care) dan bahasa komunikasi yang memukau, terbuka dan bertanggung jawab. Spiritual capital, kata Danah Zahar dan Ian Marshal. Dan kita tahu, acapkali lebih bermakna dari material capital. Modal spiritual yang melekat pada diri Muhammad itu dapat kita lacak dalam kumpulan kitab-kitab Hadis. Boleh di Shahih Bukhari-Muslim dan Musnad lain lainnya.
Saya yakin sekali, pada dasarnya, hidup itu proses copy paste, meneladani model-model yang terlebih dahulu lahir, tumbuh, berjuang, mengabdi kepada umat. Begitu pun agar sukses berbisnis. Untuk itu, kita tinggal copy paste model yang ada. Rasulullah Muhammad sudah pasti model terbaik untuk diteladani. Boleh juga bila anda ingin meniru Arifin Panigoro, Irwan Hidayat, Chairul Tanjung, Liem Sio Liong, Ciputra, Jusuf Kalla, Sandiaga Uno, Aburizal Bakrie, Steve Job atau Mark Zuckerberg. Merekalah model pebisnis yang kini dinilai sukses dalam berbisnis. Ayo segera bila ingin tajir dan banyak amal jariah kepada manusia dan kemanusiaan!
(msm)
Posted: 13/02/2013 14:27:37 WIB