www.beningpost.com

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 17 September 2021 di Konawe, Sulawesi Tenggara.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Menjadi Pengguna Internet yang Beradab”.

Program yang dipandu oleh Fritz Wongkar sebagai moderator menghadirkan 679 peserta dan empat narasumber, yang terdiri dari Founder Drone Emprit Academic, Ismail Fahmi; Creative Director INNN Studio, Addit Ali; Kadis Kominfo Konawe, M Akib Ras; dan Duta Bahasa Gorontalo, Akbar Rizki Datau.

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Selanjutnya, Ismail Fahmi sebagai pemateri pertama menyoroti kebiasaan orang yang suka membagikan apapun di internet hingga nyaris tidak ada privasi.

Menurut dia, informasi personal seperti warna rambut atau kota tempat tinggal, relatif aman untuk dibagikan. “Alamat rumah, KTP, itu informasi privat. Informasi yang bisa membuat orang lain bisa mengambil keuntungan dari kita itu privat, bahaya. Jangan di-share!” tegasnya. 

Berikutnya, M Akib Ras menekankan pentingnya sopan santun dalam berkomunikasi di media sosial, misalnya dengan senantiasa menggunakan kaidah bahasa yang baik dan benar.

“Jangan menggunakan huruf kapital semua karena orang akan mengira kita yang menulis sedang marah. Selain itu, buatlah tulisan tanpa singkatan yang sulit dimengerti,” saran dia.    

Sebagai pemateri ketiga, Akbar Rizki Datau mengatakan, banyaknya pengguna internet di Indonesia memberikan risiko jika tidak berbahasa dengan baik dan benar di dunia digital. Risiko dimaksud adalah terjerat UU ITE, ujaran kebencian, perundungan siber, dan kekerasan. 

Adapun Addit Ali, sebagai pemateri terakhir menjelaskan berbagai fitur keamanan pada media sosial, diantaranya PIN, OTP, dan Two-Factor Authentication.

Addit juga menyarankan agar fitur verifikasi dua langkah pada WhatsApp diaktifkan untuk mencegah akun WhatsApp pengguna diakses jika kartu SIM dicuri atau nomor telepon mereka disusupi.  

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh peserta. Sebagai apresiasi, panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan edukatif.

“Bagaimana peran pemerintah dalam mengawasi penggunaan internet yang kurang pantas seperti ujaran kebencian?” tanya Syarif Hidayatullah, salah satu peserta kegiatan Literasi Digital.

Akbar Rizki Datau menjelaskan, pemerintah sudah menetapkan regulasi yang dapat memberikan jerat hukum bagi mereka yang melakukan pelanggaran. “Pemerintah juga telah mengupayakan kampanye-kampanye, salah satunya webinar Literasi Digital ini,” tuturnya. 

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

(rr/Syam)